Umumnya, menerapkan lapisan acian merupakan tahap terakhir dalam proses konstruksi tembok sebelum finishing. Kendati komposisinya sederhana, pembuatan lapisan ini nyatanya bisa cukup tricky terutama bagi pemula.
Proses ini memang perlu perhatian tersendiri karena menentukan kualitas tampilan hasil akhir konstruksi dinding. Apalagi lapisan acian juga berperan melindungi dinding dari faktor cuaca agar lebih tahan lama.
Lantas, bagaimana cara membuat hasil tembok terlihat mulus dan awet? Simak tipsnya berikut.
Cara Membuat Hasil Tembok Terlihat Mulus
Agar menghasilkan dinding yang mulus dan tidak mudah retak, perhatikan beberapa hal berikut saat menerapkan lapisan acian:
1. Mengkondisikan Dinding
Pertama-tama, Anda perlu memastikan kondisi dinding sudah siap. Maksudnya, dinding harus sudah kering sempurna setelah tahap penerapan plesteran. Waktu tunggu dinding setelah plesteran adalah sekitar 2 minggu. Selain menunggu, pastian juga ada tidaknya retak atau kerusakan pada plesteran. Anda sebaiknya juga membersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran agar lapisan acian menempel sempurna.
2. Membasahi Plesteran
Sebelum proses pengacian, Anda perlu membasahi permukaan dinding hingga jenuh. Proses ini bertujuan untuk mencegah plesteran menyerap banyak air selama proses pengacian, sehingga lapisan bisa menempel dengan sempurna. Anda bisa menggunakan kuas atau semprotan untuk membasahi permukaan dinding secara merata.
3. Membuat Campuran Berkualitas
Kualitas campuran acian juga berpengaruh terhadap hasil akhir konstruksi dinding. Pada tahap ini, pastikan membuat campuran dari bahan-bahan berkualitas. Gunakan semen yang bermutu dan air bersih untuk membuat campuran acian. Konsistensi campuran juga harus pas, tidak terlalu kental maupun terlalu encer. Apabila ingin lebih praktis dan terjamin hasilnya, maka Anda bisa menggunakan mortar instan. Produk ini merupakan campuran homogen siap pakai dengan takaran yang akurat.
4. Memperhatikan Teknik dan Waktu Pengacian
Teknik dan waktu mengaci juga perlu Anda perhatikan. Penerapan acian sebaiknya menggunakan trowel baja dengan gerakan horizontal atau vertikal yang konsisten. Supaya lapisan tidak terlalu tebal dan rentan mengalami retak, hindari proses pengacian berulang pada tempat yang sama. Terapkan lapisan dengan ketebalan sekitar 1 – 3 mm untuk hasil maksimal. Waktu pengacian juga tidak boleh terlalu lama karena bisa menyebabkan dinding mudah kering dan retak. Proses pengacian idealnya dilakukan dalam waktu 20 – 30 menit.
5. Melakukan Curing
Setelah pengacian selesai, ada baiknya melakukan curing (perawatan). Caranya yaitu dengan menyiram menggunakan air selama 3 hari berturut-turut. Proses ini bertujuan untuk menjaga kelembaban acian agar lapisan tembok tidak cepat kering dan mudah retak.
Itulah cara membuat hasil tembok terlihat mulus dan awet. Jika Anda masih pemula dalam pengacian, maka lebih baik menggunakan mortar yang campurannya sudah pas.